CDMA menggunakan 3 kode (spreading sequence) yang saling dikombinasikan dan bisa dibangkitkan oleh pengirim dan penerima. Ketiga kode itu adalah:
- 1. Walsh Code
Suatu kode orthogonal (jadi inget Mattek
) yang dibangkitkan oleh modulator sandi Walsh 64-array. Kode sebanyak 64 (disebutkan sebagai Walsh 0 s/d Walsh 63) yang saling orthogonal itu masing-masing difungsikan di sisi kanal forward/downlink dari BTS ke MS, digunakan sebagai kanal data (pilot, paging, sinkronisasi dan trafik).
Secara lengkapnya :
- Walsh 0 : Sinyal Pilot BTS
- Walsh 1-7 : Paging
Isinya berupa informasi parameter system, kapasitas kanal dan SMS.
Kanal Paging ini tidak harus dipakai semua, hanya Walsh 1 saja yang dedicated untuk paging, sedangkan lainnya menyesuaikan sesuai kebutuhan.
- Walsh 32 : Sinkronisasi
Membawa datastream untuk identifikasi system dan informasi dari system ke MS.
- Walsh lainnya : Trafik Forward
Kanal ini yang diperuntukkan untuk digunakan user.
- 2. Short Code
Yaitu kode binary M-sequence dengan periode 2^15 chips(apakah ini udah bisa di baca ‘dua pangkat limabelas’ ?, hehe dan apakah ada equation di wordpress? ).
Dengan PN sequence minimum = 64 chips, maka diperoleh jumlah kode yang bisa dipakai adalah : (2^15) / 64 = 512 kode PN.
Kode PN ini digunakan untuk mengidentifikasi dan membedakan cell (sector) dengan offset tertentu (PN Offset)
- 3. Long Code
Yaitu PN Sequence dengan periode 2^42 -1 chips.
Fungsinya :
- scrambling kanal forward CDMA
- controlling penyisipan bit power control
- Spreading kanal reverse CDMA untuk mengidentifikasi masing-masing MS dalam suatu system CDMA
Long Code memiliki 2^42 unique offsets berdasarkan ESN (Electronic Serial Number), yang berbeda tiap MS dan tidak ditentukan oleh sector.